Dikagetkan dengan kedatangan segerombolan anak funk ( aku biasa menyebutnya)yg tak pernah ku lihat sebelumnya. Tiba2 dtng , trus nanya "yuk ado nasi dak?"
sontak sAja aku bingung disertai rasa takut...
yaach bagaimana tidak... dari dulu sampai tadi mungkin,, salah satu ketakutan ku ialah orang-orang seperti itu, dari dulu kalau ngelihat orang-orang seperti itu, pasti aku akan cpet-cepet menghindar bahkan lari.
Tapi tadi, pas bener lg berdiri di depan warnet trus di todong dg kalimat "yuk ado nasi dak ?"
ehm...aku langsung jawab "ahh...nasi? nasi apo? nasi putih ?
trus anak2 it jwab " baseng yuk,"
tunggu bentar yo!
trus aku langsung lari ke rumah, dengan perasaan masih takut sih. Lihat tempat nasi ,, ohh sayang sekali nasi nya tidak cukup untuk mereka.
akhirnya dengan keadaan yang masih bingung, aku kembali menemui mereka ,
dan ngomong " kalian dr mna?"
mereka : palembang yuk
aq : kok dari arah sano
mereka : kami dari tanjung yuk nak ke palembang
aq : jalan kaki ? trus sekarang nak ngapoi
mereka : y yuk. kmi ne haus, laper, nak makan.
mntak minum b jadilah uk
Setelah minum, mereka melanjutkan perjalanan. Aku memperhatikan dari jauh, smbil timbul rasa penyesalan... kenapa tidak aku tawari makan tadi ya, pling tidak makan pempek aja jadilah.
Kejadian ini sangat berkesan untuk ku karena hari ini aku bisa berpikir bahwa anak-anak funk itu juga manusia, mereka makan nasi juga, haus juga. Kejadian hari ini berhasil paling tidak membuat ku memandang mereka sama saja, mungkin juga bisa menghilangakan rasa takut ku.
Mereka seperti itu karena ketidaktahuan mereka. Inilah adalah proses pencarian jati diri mereka yang mungkin agak berbelok sedikit.
Rabu, 27 Juni 2012
Senin, 25 Juni 2012
KERANGKA DASAR PENYUSUNAN DAN PENYAJIAN LAPORAN KEUANGAN SYARIAH
Kerangka dasar menyajikan konsep yang mendasari penyusunan
dan penyajian laporan keuangan bagi para penggunanya.
Tujuan dari kerangka
dasar adalah untuk digunakan sebagai acuan bagi :
- Penyusun standar akuntansi keuangan syariah, dalam pelaksanaan tugasnya.
- Penyusun laporan keuangan, untuk menanggulangi masalah akuntansi syariah yang belum diatur dalam standar akuntansi keuangan syariah.
- Auditor, dalam memberikan pendapat mengenai apakah laporan keuangan disusun sesuai prinsip akuntansi syariah yang berlaku umum
- Para pemakai laporan keuangan, dalam menafsirkan informasi yang disajikan dalam laporan keuangan yang disusun sesuai standar akuntansi keuangan syariah.
Paradigma Transaksi syariah
Transaksi syariah didasarkan pada paradigma dasar bahwa alam semesta diciptakan
oleh Allah sebagai amanah dan sarana
kebahagian hidup bagi seluruh umat manusia untuk mencapai kesejahteraan
hakiki secara material dan spiritual.
Hal ini berarti, setiap prilaku dan kegiatan yang dilakukan oleh manusia
akan dipertanggung jawabkan kepada Allah S.W.T
Asas Transaksi Syariah
- Ukhuwah (Persaudaraan). Prinsip ini didasarkan pada prinsip saling mengenal (ta'aruf), saling memaham (tafahum), saling tolong menolong (ta'awun), saling menjamin (takaful), saling bersinergi dan saling beraliansi (tahaluf).
- 'Adalah ( Keadilan). Realisasi prinsip ini adalah melarang adanya unsur:
- Riba/ bunga
- Kezaliman
- Judi atau bersifat spekulatif sera maysir.
- Unsur ketidakjelasan , manipulasi, ekploitasi informasi serta tidak adanya kepastian dalam akad (gharar)
- Haram / segala urusan yang dilarang tegas dalam Al-Qur'an dan As-Sunnah.
3. Mashalah ( Kemaslahatan). Harus memenuhi dua unsur yaitu halal
(patuh terhadap ketentuan syariah) dan thayib
(membawa kebaikan dan bermanfaat). Transaksi syariah yang dianggap bermaslahat
harus memenuhi keseluruhan unsur-unsur yang menjadi tujuan ketetapan syariah (maqasid
syariah) yaitu berupa pemeliharaan terhadap agama (dien), akal ('aql),
keturunan (nasl), jiwa dan keselamatan (nafs) serta harta (mal).
4.
Tawazun (Keseimbangan), yaitu keseimbangan antara aspek material
dan spiritual, antara aspek privat dan publik.
5.
Syumuliyah (Universalisme), dimana esensinya dapat dilakukan oleh,
dengan dan untuk semua pihak yang berkepentingan tanpa membedakan
suku, agama , ras, dan golongan.
Tujuan Laporan Keuangan adalah untuk menyediakan informasi, menyangkut posisi keuangan, kinerja serta perubahan posisi keuangan suatu entitas syariah yang bermanfaat bagi sejumlah besar pemakai dalam pengambilan keputusan ekonomi.
Asumsi
Dasar dalam Penyusunan Laporan Keuangan syariah
1.
Dasar Akrual
bahwa
pengaruh transaksi dan peristiwa lain diakui saat kejadian (bukan saat kas
atau setara
kas diterima atau dibayar).
2.
Going Concern
(Kelangsungan Usaha)
Entitas syariah diasumsikan tidak bermaksud
atau berkeinginana melikuidasi atau mengurangi secara material skala usahanya.
Karakteristik Kualitatif Laporan Keuangan
1.
Dapat Dipahami
2.
Relevan
3.
Keandalan
4.
Dapat Dibandingkan
Unsur-Unsur Laporan Keuangan entitas Syariah
1.
Komponen laporan keuangan yang mencerminkan kegiatan komersil yang terdiri dari
:
- laporan posisi keuangan (neraca)
- laporan laba rugi
- laporan arus kas
- laporan perubahan ekuitas
2. Komponen laporan keuanagn yang
mencerminkan kegiatan sosial, meliputi laporan sumber
dan penggunaan dana zakat serta laporan sumber dan penggunaan dana kebajikan.
3.
Komponen laporan keuangan lainnya yanag mencerminkan kegiatan dan tanggung jawab khusus entitas syariah..
Laporan keuangan bank syariah secara lengkap berdasarkan PSAK 101, terdiri dari :
b. laporan laba rugi
c. laporan arus kas
d. laporan perubahan ekuitas
e. laporan perubahan dana investasi terikat
f. laporan rekonsiliasi pendapatan dan bagi hasil
g. laporan sumber dan penggunaan dana zakat
h. laporan smber dan penggunaan dana kebajikan
i. catatan atas laporan keuangan.
REFERENSI :
Nurhayati,Sri, Wasilah. Akuntansi Syariah di Indonesia.2011. Jakarta: Salemba Empat
Sifat Maskulin Akuntansi Modern
Akuntansi adalah an everchanging discipline,berubah terus
sepanjang masa. Akuntansi pada masa Babylonia misalnya sudah sangat berbeda
dengan akuntansi pada masa awal Islam, atau masa Luca Pacioli, atau pada masa
sekarang. (Triyuwono)
Satu hal yang saya paham ini dari buku Iwan Triyuwono adalah sifat dari akuntansi modern yang
maskulin. Maskulin ini terlihat dari egoistiknya, privatisasi, materi,
kuantitatif, dan lainnya.
Egoistiknya dapat kita lihat bahwa akuntansi modern
hanya berorientasi pada memaksimalkan profit untuk kepentingan shareholder
atau manajemen itu sendiri.
Berbagai cara dilakukan agar manajemen memperoleh keuntungan
yang maksimal. Tanpa memperhatikan lingkungan di sekitarnya.
Contoh dari sifat egois ini adalah Permasalahan yang paling sering dihadapi oleh perusahaan
terhadap lingkungannya adalah, masalah limbah industri. Seringkali perusahaan
membuang limbah ke lingkungan tanpa melakukan proses pemurnian limbah karena
pemurnian limbah akan menambah biaya bagi perusahaan.
Akuntansi Modern hanya fokus pada materi. Akuntansi yang
dilaporakan hanya berupa materi-materi atau angka –angaka yang pada akhirnya
akan mendorong pembaca atau penggunannya menuju hal yang hanya berpikiran pada materi semata. Semua
nya di nilai pada materi semata. Hal ini pada akhirnya akan membuat manusia mempunyai sebuah pemikiran bahwa materi itu lebih penting daripada hidupnya sendiri. Dan hal ini tidak
sesuai dengan hakikat hidup manusia yang meliputi unsur materi dan spiritual. Pada dasarnya materi dibutuhkan secukupnya untuk membantu proses manusia itu unuk mencapai tujan akhirnya yaitu Allah S.W.T
.
Sifat dan hal-hal ini lah yang mendasari munculnya akuntansi
Islam atau akuntansi syariah.
Akuntansi syariah adalah salah satu aliran pemikitan yang mencoba melakukan dekonstruksi secara mendasar
terhadap akuntansi modern yang ada saat ini dengan merumuskan sendiri
dasar-dasar filosofi , epistemilogi, dan teori berdasarkan pada nilai-nilai
syariah. (Gambling dan Karim;Triyuwono). Akuntansi modern yang sifatnya materialistik akan menciptakan kondisi yang tidak kondusif . Untuk itu untuk mengkondusifkan nya perlu suatu alat pertanggungjawaban yaitu akuntansi yang mampu menyadarkan bahwa adnya kehadiran Sang Pencipta setiap saat, dan itu lah akuntansi syariah.
Misalnya ketika kita mengalami kerugian, mungkin bisa kita buat pada laporan keuangan itu
Misalnya ketika kita mengalami kerugian, mungkin bisa kita buat pada laporan keuangan itu
" sedekah ", atau bisa kita buat laporan keuangan rahmatan lil alamin..
(hhe,, kl yg ini jgn di tanggapin serius ya,, cm sbagai cntoh aja,kl laporan keuangan syariah nya , tdak begitu kok, cm sbgai penguat saja pada usaha kita ini, cuma mengharap ridho Allah semata.)
(hhe,, kl yg ini jgn di tanggapin serius ya,, cm sbagai cntoh aja,kl laporan keuangan syariah nya , tdak begitu kok, cm sbgai penguat saja pada usaha kita ini, cuma mengharap ridho Allah semata.)
Referensi : Triyuwono,Iwan.Perspektif,
metoddologi , dan teori akuntansi syariah.2006. Jakarta : Rajawali
Kamis, 22 Maret 2012
Akuntansi Syariah Praktis
Akuntansi Syariah Praktis adalah akuntansi syahriah yang sudah dipraktikan dalam dunia nyata. Di Indonesia, barangkali hanya karya Widodo dkk (1991) yang bisa kita anggap sebagai karya konkret dan praktis tentang Akuntansi Syariah, yang secara khusus menulis dan merumuskan konsep-konsep teknis akuntansi untuk Baitul Mal wa Tamwil (BMT).
Pada tahun 2003 diberlakukan standar akuntansi yang dikenal dengan Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No.59 (PSAK No.59),yang merupakan standar yang digunakan untuk perbankan Syariah.
PSAK No.59 dibuat dengan merujuk pada Accounting and Auditing Standards for Islamic Financial Institusions yang dibuat oleh Accounting and Auditing Organization for Islamic Financial Institution (AAOIFI) pada tahun 1998.
Akuntansi Syariah Praktisi lebih bersifat pragmatis untuk memenuhi kebutuhan praktisi yang ada.
Rabu, 25 Januari 2012
definisi wanita cantik
Nafsu mengatakan wanita cantik atas dasar rupanya
Akal mengatakan wanita cantik atas dasar ilmu dan kepandaiannya
Hati mengatakan wanita cantik atas dasar akhlaknya
dan Iman mengatakan wanita cantik atas dasar agamanya
copas dari temen,,,,,,
sekarang tinggal pilih u/ para wanita
mau cantik yg gimana.
yg jelas wanita adalah sesuatu yang mempunyai rahasia nya tersendiri
Langganan:
Postingan (Atom)

